Okki Maulana: Industri Kreatif Kalteng Harus Jadi Motor Ekonomi Baru Berbasis Budaya Lokal

Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Okki Maulana. Foto/Ist

wajahb👁️rneo.com, Palangka Raya  — Di tengah kekayaan budaya dan sumber daya alam yang melimpah, Kalimantan Tengah (Kalteng) justru belum mampu memaksimalkan potensi industri kreatif sebagai penggerak ekonomi baru. Hal ini menjadi sorotan serius Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Okki Maulana, yang mendorong percepatan pengembangan sektor tersebut.

“Industri kreatif bukan sekadar seni atau hiburan. Ini adalah kekuatan ekonomi yang jika dikelola dengan serius, mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan PAD, dan membawa nama Kalteng ke tingkat nasional bahkan internasional,” kata Okki Maulana, Rabu, 16 April 2025

Dengan latar belakang profesional di bidang industri kreatif, Okki menaruh perhatian besar pada penguatan komunikasi publik dan pengembangan kekayaan intelektual lokal.

Okki menilai, warisan budaya seperti batik khas Kalteng, Burung Enggang, hingga ikon Orangutan, memiliki nilai jual tinggi jika dikemas dengan baik.

“Bayangkan jika batik khas Kalteng bisa jadi tren nasional, atau produk kerajinan lokal kita tampil di pasar internasional. Itu bukan mimpi, tapi sangat mungkin kalau didukung oleh kebijakan yang tepat,” ujarnya penuh optimisme.

Selain itu katanya, pentingnya dukungan konkret dari pemerintah daerah, terutama dalam hal regulasi, fasilitasi pelatihan, dan promosi produk kreatif. Menurutnya, potensi generasi muda Kalteng sangat besar, hanya perlu diarahkan dan diberi ruang untuk berkembang secara profesional.

“Generasi muda kita kreatif dan punya daya saing. Sekarang tinggal bagaimana negara hadir untuk mengorbitkan mereka,” ujarnya.

Okki berharap, ke depan, Kalteng bisa menjadi salah satu pusat industri kreatif berbasis budaya di Indonesia. Ia menyebut, bila dikelola dengan visi jangka panjang, sektor ini dapat menjadi tulang punggung ekonomi daerah yang berkelanjutan.

“Kita tidak kekurangan sumber daya, yang kita butuhkan hanyalah keberanian untuk memulai dan konsistensi untuk membangun,” jelasnya. (din/red2)

Tinggalkan Balasan

Share via
Copy link