wajahborneo.com, Palangka Raya — Ribuan warga di kawasan seberang Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), bakal merasakan perbaikan akses jalan setelah bertahun-tahun bergantung pada infrastruktur seadanya.
Adapun ruas jalan yang dimaksud yakni, Cempaka Mulia-Kampung Melayu sepanjang sekitar 125 kilometer, yang menjadi urat nadi penghubung tiga kecamatan dan 23 desa, kini resmi ditangani Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyusul peralihan status kewenangannya dari kabupaten ke provinsi.
“Jalan tersebut selama ini menjadi satu-satunya akses utama warga Kecamatan Cempaga menuju Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut, sekaligus jalur strategis yang menyambungkan jaringan jalan nasional hingga ke perbatasan Kabupaten Katingan. Minimnya penanganan infrastruktur membuat mobilitas warga maupun distribusi barang dan jasa di wilayah tersebut kerap terhambat,” kata anggota DPRD Kalteng, Abdul Hafid, Kamis, 10 Juli 2026.
Hafid mengatakan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng mengalokasikan anggaran Rp2,5 miliar pada tahun 2026 untuk pembangunan lima unit box culvert di sepanjang ruas jalan itu.
“Penanganannya dilakukan secara bertahap. Tahun ini dialokasikan Rp2,5 miliar untuk pembangunan lima unit box culvert,” ujarnya.
Ketua DPD PAN Kotim itu menjelaskan, pembangunan box culvert dipilih sebagai prioritas awal karena kondisi sejumlah titik jalan yang rawan tergenang dan rusak akibat aliran air. Menurutnya, penanganan bertahap ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemprov Kalteng untuk membenahi keseluruhan ruas jalan secara berkelanjutan.
“Kita berharap akses jalan untuk warga semakin baik dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi,” jelasnya. (din/red2)

