wajahborneo.com, Palangka Raya — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Ferry Khaidir, menilai awal tahun 2026 sebagai momentum penting memperkuat kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan daerah.

“Menghadapi berbagai dinamika pembangunan, kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/ kota, sektor swasta, serta masyarakat agar pembangunan Kalteng berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” kata Anggota DPRD Kalteng Ferry Khaidir, pada Jumat, 9 Januari 2026.
Menurutnya, Kalteng memiliki potensi ekonomi besar di berbagai sektor strategis, seperti pertanian, kehutanan, energi, hingga pariwisata. Namun, potensi tersebut tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa adanya kerja sama yang solid antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Ferry menegaskan, kolaborasi yang baik berdampak langsung terhadap peningkatan efisiensi pelaksanaan kebijakan dan program pembangunan. Dengan kerja sama searah manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata seluruh lapisan masyarakat Kalteng.
“Pengembangan pariwisata harus melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha lokal, hingga masyarakat, sehingga potensi yang ada dapat dikembangkan menjadi produk unggulan yang berkualitas dan berkelanjutan,” jelasnya. (din/red2)
