wajahb👁️rneo.com, Barito Utara — Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, H. Taufik Nugraha, mengapresiasi sikap terbuka manajemen PDAM Barito Utara yang secara jujur mengakui keterbatasan infrastruktur sebagai penyebab utama persoalan air keruh yang dikeluhkan masyarakat.
Menurut Taufik, pernyataan permintaan maaf dan penjelasan Direktur Utama PDAM menjadi langkah awal yang positif untuk membangun kembali kepercayaan publik sekaligus membuka ruang kerja bersama dalam mencari solusi konkret.
“Kami di DPRD, khususnya Komisi II, mengapresiasi sikap terbuka dan bertanggung jawab yang ditunjukkan Direktur PDAM. Pengakuan ini menjadi dasar penting untuk memperbaiki layanan air bersih ke depan,” kata Taufik, Kamis, 8 Januari.
Komisi II DPRD Barito Utara yang membidangi ekonomi dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kata dia, telah lama memantau persoalan pelayanan PDAM. Berbagai keluhan masyarakat terkait kualitas air disebut terus menjadi perhatian serius dewan.
Taufik menegaskan, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar. Karena itu, setiap persoalan yang menyangkut pelayanan publik harus ditangani secara sistematis, bukan sekadar respons sesaat.
Menanggapi rencana penambahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru yang disampaikan manajemen PDAM, Taufik menyatakan dukungan penuh. Ia menyebut penambahan IPA sebagai solusi mendasar untuk meningkatkan kualitas dan kontinuitas layanan.
“Komitmen penambahan IPA baru adalah solusi fundamental. Kami akan memastikan rencana ini tidak berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar diwujudkan dengan pengawasan DPRD,” ujarnya.
“Dengan sinergi antara eksekutif dan legislatif, kami optimistis persoalan ini bisa segera diatasi. Hak masyarakat atas air bersih yang layak adalah mutlak,” tutupnya. (yon/red2)

