wajahborneo.com, Palangka Raya — Krisis pemadaman listrik bergilir yang masih membayangi sejumlah daerah di Kalimantan Tengah (Kalteng). Untuk itu, DPRD mendesak percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai solusi permanen memperkuat ketahanan energi daerah, bukan sekadar penambal sementara atas gangguan pasokan yang berulang.
Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Asdy Narang, Selasa, 21 Juli 2026 menilai wilayah Kalteng sesungguhnya memiliki modal alam yang belum tergarap maksimal untuk pengembangan energi surya. Bentangan lahan yang luas berpadu dengan curah sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun, menjadi aset yang seharusnya bisa dikonversi menjadi sumber listrik alternatif sekaligus solusi ramah lingkungan.
“Rentetan gangguan pasokan listrik yang terjadi belakangan ini menyingkap kerentanan sistem kelistrikan daerah yang masih terlalu bergantung pada satu sumber pasokan. Kondisi tersebut, membuat wilayah rawan mengalami dampak berantai setiap kali muncul kendala teknis di hulu,” katanya.
Dampak pemadaman, lanjut Asdy, tidak berhenti pada terganggunya kenyamanan rumah tangga semata. Proses belajar-mengajar di sekolah, pelayanan kesehatan di fasilitas medis, roda birokrasi pemerintahan, hingga denyut ekonomi masyarakat turut terganggu setiap kali listrik padam.
“Penguatan ketahanan energi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak yang harus dikerjakan bersama oleh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait,” ujarnya.
Selain itu, program elektrifikasi yang sudah berjalan selama ini, perlu dipacu lebih jauh dengan menyisipkan porsi energi terbarukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Lebih jauh, politisi Nasional Demokrat (Nasdem) tersebut meyakini kehadiran PLTS akan memberi manfaat ganda. Selain memperluas jangkauan akses listrik ke titik-titik yang selama ini belum terlayani optimal, pengembangan energi surya juga berpotensi mengangkat taraf hidup warga di kawasan pelosok yang masih bergelut dengan keterbatasan infrastruktur jaringan.
“Pemanfaatan energi terbarukan mampu mendukung pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah pelosok,” paparnya. (din/red2)

