Kesadaran Pengusaha Jadi Kendala Utama Penggalian Pajak Sarang Burung Walet

Kepala Bapenda Seruyan, Sukardi. Foto/Ist

WAJAHBORNEO.com, Seruyan – Bupati Seruyan Yulhaidir melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Seruyan Sukardi mengatakan, bahwa pihaknya masih mengalami kesulitan dalam penggalian pajak sarang burung walet.

Padahal, pajak sarang burung walet menjadi salah satu potensi untuk meningkatkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di wilayah setempat.

Kesulitan yang pihaknya hadapi membuat kontribusi pajak sarang burung walet terhadap realisasi PAD masih belum optimal.

“Padahal kita sudah berupaya, seperti melakukan pendekatan-pendekatan dengan kepala desa (kades) nya dan semua pihak, itu sudah kita libatkan. Tapi betapa susahnya untuk menggali pajak sarang burung walet ini,” katanya, Sabtu (19/11).

Ia menjelaskan, hal ini berkaitan dengan kesadaran masyarakat atau para pelaku usaha sarang burung walet itu sendiri. “Yang satu menunggu yang satu. Di daerah hulu mau membayar kalau yang di hilir bayar. Di hilir sini belum mau bayar karena semakin sepi,” ujarnya.

Padahal, regulasi yang mengatur mengenai pajak sarang burung walet di wilayah setempat sudah ada sejak lama. Akan tetapi, hal itu juga bergantung pada kesadaran masyarakatnya.

“Jadi agak susah, bahkan yang aparaturnya saja juga susah. Padahal mereka harusnya menjadi contoh bagi lapisan masyarakat lainnya. Jadi memang di situ kita kesulitannya,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Exit mobile version