wajahborneo.com, Palangka Raya – Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Jubair Arifin, menyebut masyarakat di Kelurahan Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, mengharapkan solusi dari pemerintah daerah terkait metode pembukaan lahan tanpa bakar.
Jubair menyatakan bahwa masyarakat hingga saat ini masih menggunakan metode membakar ketika membuka lahan, namun hal ini dikhawatirkan berbenturan dengan hukum. Oleh karena itu, pemda perlu memberikan solusi alternatif.
“Masyarakat di sana sangat mengharapkan adanya solusi itu, sehingga nantinya ketika membuka lahan, mereka tidak lagi menggunakan metode dengan cara dibakar tapi dengan cara lain,” ujarnya, Sabtu, 11 Mei 2024.
Ia menekankan pentingnya respons dari pemerintah baik di tingkat provinsi maupun Kabupaten Lamandau terhadap aspirasi tersebut, karena hal ini berkaitan dengan keberlangsungan usaha pertanian masyarakat di sana.
“Karena jika tanpa adanya solusi dari pemerintah maka akan berdampak terhadap usaha masyarakat, pastinya mereka tidak berani membuka lahan sehingga itu perlu direspon positif,” tambahnya.
Menurutnya, solusi yang bisa diberikan pemerintah saat ini adalah dengan memberikan bantuan alat mesin pertanian modern dan menyarankan masyarakat untuk menetap di satu lahan saja tanpa harus berpindah-pindah.
“Saya rasa itu bisa jadi salah satu solusi, dengan adanya bantuan alat mesin pertanian maka masyarakat akan mudah membuka lahan tanpa harus membakar, dan juga yang penting harus menetap,” tandasnya. (din/red2)

