wajahborneo.com, Palangka Raya — Memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendongkrak kesejahteraan warga, khususnya yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan peternakan. Maka, dengan potensi lahan yang luas dan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Kalimantan Tengah (Kalteng) didorong untuk digarap lebih serius.

Dua sektor itu selama ini menjadi tulang punggung perekonomian di wilayah Kalimantan Tengah. Besarnya lahan yang tersedia semestinya menjadi modal utama untuk mengembangkan pertanian dan peternakan secara berkelanjutan.
“Kedua sektor ini punya peran strategis karena menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan Tengah,” kata Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Sengkon, Jumat, 17 Juli 2026.
Ketua DPW Perindo Kalteng ini menuturkan, jika potensi lahan dan sumber daya alam tersebut dikelola secara optimal, daerah ini bukan hanya bisa mencukupi kebutuhan pangannya sendiri, melainkan juga berpeluang tampil sebagai daerah pemasok pangan untuk provinsi-provinsi lain.
“Kalteng memiliki lahan yang luas dan sumber daya alam yang melimpah. Jika potensi ini dimanfaatkan secara maksimal, kita bisa mencapai kemandirian pangan bahkan menjadi penyuplai bagi daerah lain,” ujarnya.
Agar potensi besar itu tidak sekadar wacana, Sengkon menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi petani dan peternak. Pendampingan itu, kata dia, bisa berupa pelatihan rutin, dukungan permodalan, hingga kemudahan akses terhadap sarana produksi pertanian.
“Petani dan peternak perlu diberi pemahaman tentang teknologi yang efisien dan ramah lingkungan. Dengan begitu, hasil produksi bisa meningkat tanpa merusak alam,” jelasnya.
“Kita punya semua potensi untuk maju, tinggal bagaimana kita mengelola dan memanfaatkannya dengan bijak dan berkelanjutan,” paparnya. (din/red2)
