BPBD Seruyan Rekrut Warga Desa Tanggulangi Potensi Karhutla

KEGIATAN pelatihan bagi masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam pengggulangan Karhutla di Kabupaten Seruyan. Foto/Ist/wajahborneo.com

wajahborneo.com, Seruyan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan telah mengambil sejumlah langkah antisipatif guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Seruyan, Agung Sulistiyono, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Seruyan telah menetapkan status Siaga Karhutla selama 90 hari sejak akhir Juli lalu, sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang rentan menimbulkan kebakaran.

“Salah satu upaya yang kami lakukan adalah menggandeng masyarakat di tingkat desa dan kelurahan sebagai mitra dalam pencegahan karhutla. Hal ini merupakan langkah antisipasi dari tingkat bawah untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” kata Agung, Jumat, 6 September 2024.

Agung menjelaskan bahwa peran serta masyarakat sangat diharapkan dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla di wilayah masing-masing.

Baca juga…⤵️

➡️ Siaga Karhutla, Pj Bupati Ingatkan Peran Serta Masyarakat

➡️ Survei Elektabilitas, SBLF MYRISET : Mukhlis-Aswin Ungguli Calon Lain

Dengan melibatkan masyarakat secara aktif tambah Agung, langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan sejak dini, sehingga potensi kebakaran dapat diminimalisir.

“Kami sudah membentuk kelompok masyarakat peduli api (MPA) di seluruh desa dan kelurahan, serta menggelar pelatihan untuk memperkuat kemampuan mereka dalam menangani potensi kebakaran,” ujarnya.

Agung menjelaskan, BPBD Seruyan juga telah mendistribusikan berbagai sarana dan prasarana pendukung seperti mesin dan peralatan pemadam api ke kelompok masyarakat peduli api Dengan adanya peralatan tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih efektif dalam menangani kebakaran lahan di lapangan.

“Ini upaya langkah strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah dampak buruk karhutla, yang tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. (*/red3)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Exit mobile version