wajahborneo.com, Palangka Raya – Harga tabung gas elpiji 3 kilogram di Kalimantan Tengah (Kalteng) melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), menyebabkan kekhawatiran bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalteng, Achmad Rasyid, menyoroti masalah ini dan meminta instansi terkait, khususnya Dinas Perdagangan dan Perindustrian, untuk bertindak cepat.
“Masyarakat kita resah akibat harga gas elpiji ini. Saya minta instansi terkait menangani hal ini dengan cepat dan segera menurunkan harga gas elpiji,” ujarnya, Jumat, 19 April 2024.
Rasyid juga mendesak dinas terkait dan pemerintah setempat untuk menyelidiki akar masalahnya, termasuk adanya dugaan penimbunan atau masalah distribusi yang tidak lancar.
Rasyid menegaskan, bahwa masyarakat di desa juga terdampak dengan harga yang tidak wajar untuk gas elpiji yang seharusnya ditujukan bagi masyarakat miskin atau masyarakat pra sejahtera.
Legislator dari fraksi Gerindra ini meminta dinas terkait untuk segera melakukan penelitian dan mencari solusi terkait permasalahan harga gas elpiji ini.
“Instansi terkait harus mencari solusi agar kejadian ini tidak terulang, terutama setelah hari besar keagamaan,” katanya.
Rasyid juga mengimbau agar instansi terkait bekerja sama dalam mengatasi masalah ini demi kepentingan masyarakat. Ia berharap agar tindakan yang tepat segera diambil untuk mengendalikan harga gas elpiji dan memastikan tidak lagi melampaui HET. (din/red2)

