Himpitan Ekonomi Jadi Faktor Utama Peningkatan Gangguan Kejiwaan di Seruyan

dr. Ali Wardana, Sp.KJ, spesialis kejiwaan di RSUD Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan. Foto/wajahborneo.com

wajahborneo.com, Seruyan – Meningkatnya kasus gangguan kejiwaan di Kabupaten Seruyan ternyata dipengaruhi oleh faktor utama, yaitu masalah himpitan ekonomi dalam keluarga.

dr. Ali Wardana, Sp.KJ, spesialis kejiwaan di RSUD Kuala Pembuang mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi yang sulit dan tuntutan hidup menjadi penyebab utama banyak warga mengalami gangguan kejiwaan.

“Bisa dibayangkan seorang kepala keluarga yang tidak memiliki pekerjaan, sementara ia diharapkan untuk membiayai seluruh kebutuhan keluarganya. Kondisi ini sering kali menjadi faktor pemicu munculnya gangguan kejiwaan,” kata dr. Ali Wardana, Senin, 15 Juli 2024.

Ali Wardana menjelaskan bahwa tekanan ekonomi yang berat dapat memicu stres berkepanjangan, yang akhirnya berdampak pada kesehatan mental.
Tidak hanya pada pria, masalah ekonomi juga menjadi faktor utama gangguan kejiwaan pada perempuan.

“Penyebabnya sama, banyak perempuan yang setelah berpisah harus memenuhi kebutuhan pribadi mereka sendiri, termasuk membiayai anak. Hal ini dapat sangat mempengaruhi kondisi kejiwaan mereka,” tambahnya.

Kondisi ekonomi yang menekan ini cepat mempengaruhi kesehatan mental, membuat seseorang mudah stres, dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan gangguan kejiwaan yang lebih berat.

Dengan meningkatnya kasus gangguan kejiwaan terkait himpitan ekonomi, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk mencari solusi yang efektif untuk mengatasi masalah ekonomi dan mendukung kesehatan mental.

RSUD Kuala Pembuang berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dalam penanganan gangguan kejiwaan serta memperhatikan faktor-faktor sosial yang mempengaruhinya. (red3)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Exit mobile version